Buya Faisal Abdurrahman, Lc. MA – Adab-Adab Menuntut Ilmu

134

Buya Faisal Abdurrahman, Lc. MA – Syarh Kitab Hilyah Thalabil Ilmi – Pertemuan 1 : Adab-adab Menuntut Ilmu

Tujuan menuntut ilmu adalah bagaimana ilmu itu mendidik kita agar mampu kita amalkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Menuntut ilmu agar kita beradab dalam kehidupan kita sehari-hari. Dalam majelis imam Ahmad bin Hanbal yang hadir 5.000 orang, 4.500nya hanya memperhatikan akhlak dan adab imam Ahmad bin Hanbal _rahimahullah_. Hanya 500 orang yang mencatat kajian beliau.

Orang yang berilmu yang tidak beradab sama derajatnya dengan orang yang jahil, bahkan orang jahil lebih baik kondisinya daripada orang yang berilmu tersebut. Karena orang yang berilmu meninggalkan adab dengan kesengajaan, sedangkan orang yang jahil melakukannya karena kejahilannya.

Oleh karenanya, seharusnyalah kita menghiasi hidup kita dengan adab dan akhlak yang utama, di antaranya: Sabar, pemaaf, dll.

Di antara dakwah Nabi _shallallahu alaihi wa sallam_ yang sangat berpengaruh adalah dakwah bil hal, yakni dakwah dengan akhlak yang mulia dan agung. Firman Allah:
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِیمࣲ
[Surat Al-Qalam 4]
Juga firman Allah _azza wa jalla_:
فَبِمَا رَحۡمَةࣲ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمۡۖ وَلَوۡ كُنتَ فَظًّا غَلِیظَ ٱلۡقَلۡبِ لَٱنفَضُّوا۟ مِنۡ حَوۡلِكَۖ فَٱعۡفُ عَنۡهُمۡ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ وَشَاوِرۡهُمۡ فِی ٱلۡأَمۡرِۖ فَإِذَا عَزَمۡتَ فَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ یُحِبُّ ٱلۡمُتَوَكِّلِینَ
[Surat Ali ‘Imran 159]

Adab menuntut ilmu untuk diri sendiri :

1. Ilmu itu Ibadah
Yang paling pokok dalam masalah ini adalah perkara ini, yaitu ilmu itu adalah ibadah, bahkan ilmu itu digandengkan oleh Allah dengan Jihad, firman Allah:
۞ وَمَا كَانَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ لِیَنفِرُوا۟ كَاۤفَّةࣰۚ فَلَوۡلَا نَفَرَ مِن كُلِّ فِرۡقَةࣲ مِّنۡهُمۡ طَاۤىِٕفَةࣱ لِّیَتَفَقَّهُوا۟ فِی ٱلدِّینِ وَلِیُنذِرُوا۟ قَوۡمَهُمۡ إِذَا رَجَعُوۤا۟ إِلَیۡهِمۡ لَعَلَّهُمۡ یَحۡذَرُونَ
[Surat At-Taubah 122]

Bahkan Nabi mengatakan:
من يريد الله خيرا يفقهه فى الدين
“Siapa yang Allah inginkan kebaikan pada seseorang, maka Allah berikan kepahaman dalam agama”

Yang dimaksud dengan “Faqqih fiddin” adalah Fiqh dalam memahami ilmu syar’i. Di antara ilmu syar’i yaitu, Ilmu aqidah, ilmu tauhid, ilmu fiqh.

Murid imam Ahmad bertanya: Bagaimana niat yang shahih dalam menuntut ilmu itu wahai Abu Abdillah? Beliau menjawab: “Niat yang shahih itu adalah dia menuntut ilmu untuk mengangkat kejahilan pada dirinya dan orang lain.”

Menuntut ilmu bukan untuk berdebat, karena jika niatnya untuk berdebat maka ia akan terhina.

Sebagian ulama mengatakan: “Ilmu adalah shalat sirr dan ibadah hati”
Maka syarat ibadah ialah:

a. Mengikhlaskan niat kepada Allah _subhanahu wa ta’ala_
Firman Allah:
وَمَاۤ أُمِرُوۤا۟ إِلَّا لِیَعۡبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخۡلِصِینَ لَهُ ٱلدِّینَ حُنَفَاۤءَ وَیُقِیمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَیُؤۡتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَۚ وَذَ ٰ⁠لِكَ دِینُ ٱلۡقَیِّمَةِ
[Surat Al-Bayyinah 5]

Indikasi seseorang ikhlas dalam menuntut ilmu:
1) Datang menuntut ilmu dengan niat untuk melaksanakan perintah Allah _azza wa jalla_

2) Hadir di mejelis ilmu dengan tujuan untuk menjaga Syariat Allah _azza wa jalla_. Yaitu adakalanya menjaga syariat Allah itu dengan belajar, atau dengan menghafal, atau dengan menulis.

3) Datang menuntut ilmu dengan niat untuk melindungi syariat Allah dan membelanya. Dengan adanya orang yang berilmu maka akan ada orang yang senantiasa membela syariat Allah, karena di antara fungsi ulama adalah membela agama Allah dengan ilmu mereka.

4) Berniat datang ke majelis ilmu untuk mengikuti syariat Nabi _shallallahu alaihi wa sallam._ Firman Allah _azza wa jalla_:
قُلۡ إِن كُنتُمۡ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِی یُحۡبِبۡكُمُ ٱللَّهُ وَیَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۚ وَٱللَّهُ غَفُورࣱ رَّحِیمࣱ
[Surat Ali ‘Imran 31]

Hendaklah istiqomah dalam menuntut ilmu dan meluruskan niat kita Ikhlas karena Allah _subhanahu wa ta’ala._ Allah akan memuliakan orang yang menuntut ilmu, maka janganlah seseorang datang menuntut ilmu untuk ketenaran dan mengharap pujian. Jika niatnya baik dan lurus, maka manusiapun akan memuliakannya dan memujinya.

Guyonan ustadz di sela-sela kajian, tapi ngena banget:
*Ada ikhwan datang menuntut ilmu untuk mencari akhwat, sebulan dua bulan ngaji, dapat akhwat. Setelah dapat tidak lagi datang-datang kajian*

Rabu, 14 Dzulhijjah 1440 H | Masjid al-Azhar ISI Padang Panjang

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here