Buya Muhammad Elvi Syam, Lc. MA – Agama Adalah Nasehat

274

Buya Muhammad Elvi Syam, Lc. MA – Syarh Hadits Arbain An-Nawawiyah – Hadits 7 : Agama Adalah Nasehat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Agama adalah nasehat, bagi siapa ya rasulullah?, dijawab, untuk Allah, untuk kitabnya, untuk rasulnya, untuk pemimpin muslim dan kaum muslim pada umumnya.”

Syarah Hadits :

Hadis ini senada dengan siapa yang tidak peduli urusan muslim maka ia bukan bagian darinya.

Apa itu nasehat, dalam bahasa Indonesia ialah saran, jika tidak lurus maka di luruskan, asal muasal nasehat ialah dari bahasa Arab, makna dalam bahasa Indonesia merupakan bagian dari makna bahasa nasehat dari bahasa Arab. “Asalnya bahasa Arab namun tidak di tempatkan pada bahasa Arab.” Seperti qurban, dalam bahasa Indonesia hewan yang akan di qorbankan, sedang kan bahasa Arab menggunakan kata udhiyah, sedangkan qurban dalam arab berarti mendekatkan diri kepada Allah.

Lalu begitu pun nasehat, dalam Indonesia memberi saran, apakah mungkin memberi saran kepada Allah, kepada Rasul?

Jika merujuk dalam bahasa Arab sendiri adalah kata yang mengungkapkan sesuatu dimana makna kalimat tersebut berupa keinginan kebaikan untuk orang yang akan dinasehati, bisa diartikan sebuah ketulusan/kemurnian.

  1. Lalu bagaimana seorang hamba memberikan nasihah/ketulusan kepada Allah?
    Maka dengan mentauhidkan Allah, meng Esakan Nya, menjauhi maksiat dan mentaatinya. Ketulusan dapat kita ambil pelajaran dari kisah Nabi Ibrahim dimana di berikan perintah untuk menyembelih anaknya, maka dengan perintah ini Nabi Ibrahim menceritakan kepada anaknya tersebut Ismail bagaimana pendapatnya, hingga tatkala Ismail telah menyerahkan jiwanya dan Nabi Ibrahim menyerahkan Anak yang sangat di cintainya secara nasiah.
  2. Nasehat kepada kitab Allah
    Bagaimana bentuk ketulusan kepada kitabullah? mengajak orang-orang di sekitar mengikuti petunjuk di dalamnya, dimana orang kafir Barat menjadikan segala ca ra agar umat muslim jauh dari al qur’an maka dengan ini pembelaan terhadapnya merupakan ketulusan hadist nabi “sebaik-baik kalian adalah yangmempelajari al qur’an dan mengajarkannya”.
    Jika kita melihat di masyarakat, perbandingan pengajar les dengan pengajar al qur’an, sangat jauh berbeda, pengajar les di bayar mahal sedangkan gaji pengajar al quran tidak seberapa bahkan terkadang menunggak beberapa bulan, sudahkah kita mengagungkan al quran.
  3. Nasehat untuk Rasul
    Maksudnya mengimani apa yang dibawa, mengikuti sunnah nya, membela apa yang dibawanya. Membenci orang yang dibencinya dan mencintai orang yang di cintainya.
  4. Nasehat kepada pemimpin kaum Muslimin
    Maksudnya mengikutinya dalam kebenaran, mengingatkannya akan kebenaran, jika ia keliru maka di Nasehati dengan lemah lembut, mendoakan yang baik. Imam ahmad pernah berkata “jika doaku merupakan doa yang maqbul, maka akan ku doakan kebaikan bagi pemimpin, karena baiknya pemimpin maka baik pula rakyat nya, jika pemimpin buruk maka sengsara rakyatnya.
  5. Nasehat untuk kaum muslimin pada umumnya
    Yaitu menutup aibnya, membelanya, menjauhkan dari sikap mencurangi mereka, menjauhi diri dari jasad dan dengki terhadap mereka, mencintai untuk mereka apa yang dicintai untuk diri kita. “tidaklah sempurna iman seseorang hingga ia mencintai untuk saudaranya sebagaimana apa yang dicintai untuk dirinya” dan Begitu pun sebaliknya, menjauhkan dari saudaranya apa yang di benci sebagaimana ia benci.

“Seorang mukmin merupakan cermin untuk mukmin yang lain”

Rabu, 14 Dzulhijjah 1440 | 14 Agustus 2019, Ba’da Maghrib s.d Selesai, Masjid Nurul Islam, Komplek Asratek, Ulak Karang, Kota Padang

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here