Keranjang Youtube & Mangkok Googling

212

Keranjang Youtube & Mangkok Googling

Penyusun : Abu ‘Abdillah Nefri el_minangkabawi

_____✒
Berbeda jauh zaman sekarang dengan 20 tahun belakangan …

Dunia sudah ada ditangan , fasilitas canggih, dan membuat perbedaan tajam dalam gaya kehidupan..

Termasuk Style gaya mencari Ilmu .. pun jauh berbeda

Dahulu ilmu dipelajari dibawah bimbingan guru dengan Talaqqi di masjid dan surau, sekarang bisa sambil tiduran ( mangaleong) di kasur pembaringan

📚📚📚
Zaman Saisuak ( dulu) buku para ulama masih dalam bentuk manuskrip ( tulisan tangan ),
sekarang sudah dicetak rapi, bahkan dalam aplikasi digital yang hanya dicolek dengan jari..

Namun semangat mempelajari islam masih saja dikalahkan oleh kemalasan.. Allahulmusta’aan

Tujuan mencari ilmu agama untuk mengetahui syariat yang Haq melalui jalan yang diajarkan rasulNya ﷺ dan ber amal soleh sesuai tuntunan yang benar

💧💧💧
Tanda kebaikan yang Allâh Azza wa Jalla kehendaki bagi seorang hamba adalah diberi hati yang cinta kepada agama, beramal dengan Ilmu , suka Mutola’ah , dan mengambil sumber Ilmu dari tokoh yang selamat Aqidah serta Manhaj nya.

🎯 Karna urusan Aqidah dalam Islam, lebih solid dan penting dari segala galanya.

Kerusakan aqidah dan pemahaman, sama dengan kerugian di dunia, dan Penyesalan di hari kemudian ..

💧 Dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan Radhiyallahu anhu bahwa Rasûlullâh ﷺ bersabda:

مَنْ يُرِدْ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

Siapa yang Allâh kehendaki baginya kebaikan maka Dia akan menjadikannya paham (berilmu) tentang (urusan) agama (sohih Al-Bukhâri, no. 2948)

📖📖📖
Agungnya kedudukan ilmu agama, maka wajib kita mengikuti adab yang benar sebagaimana telah dijelaskan oleh para Ulama Ahlus sunnah dalam kitab² mereka.

🌱 Di antara adab dan syarat yang paling penting dalam hal ini adalah :

Mengetahui sumber pengambilan ilmu yang Haq dengan memahami Bagaimana Aqidah tokoh yang akan kita jadikan rujukan.

Apakah aqidah dan Manhaj nya sesuai dengan Manhaj para sahabat ( Salaf) atau tidak ?

📝 Imam besar Ahlus sunnah dari generasi Tabi’in, Muhammad bin Sirin berkata, “Sesungguhnya ilmu agama (yang kamu pelajari) adalah agamamu (yang akan membimbingmu meraih ketakwaan kapada Allâh), maka telitilah dari siapa kamu mengambil (ilmu) agamamu.”
( muqodimah sohih Muslim)

🍁🍁🍁
Fenomena Pemilihan Guru Agama Di Tengah Kaum Muslimin Jika kita memperhatikan kondisi mayoritas dalam memilih guru / sumber rujukan, maka kita akan dapati kenyataan yang sangat menyedihkan.

Kebanyakan kaum Muslimin justru lebih teliti dalam memilih sumber rujukan dalam urusan-urusan dunia

Contoh :

🦽 Ketika mereka ingin berkonsultasi tentang kesehatan, maka mereka sangat jeli mencari dokter yang spesialis, terkenal dan berpengalaman, bahkan termasuk memperhatikan alat-alat canggih yang dimiliki oleh sang dokter.

🏎️ Demikian pula ketika mereka ingin memperbaiki kendaraan, maka mereka akan sangat selektif mencari bengkel, mekanik yang ahli, perpengalaman dan memiliki peralatan yang hebat

🔥🔥🍁

Adapun untuk urusan agama, maka kita dapati kebanyakan serampangan, asal asalan, tidak selektif dalam mencari sumber rujukan , bahkan terkesan ‘asal comot’ dan hanya memperturutkan hawa nafsu.

🎙️ Di antara mereka, ada yang memilih guru agama atau penceramah hanya karena orang tersebut pandai Melucu atau Melawak

Ada juga yang hanya karena orang tersebut Populer dan sering muncul di televisi📺

Bahkan ada juga yang hanya karena orang tersebut mantan artis terkenal , dan penyanyi tobat🎙️ na’uuzubillah.

📢 Ada juga yang memilih guru hanya dengan Pertimbangan keindahan bahasa dan retorika dalam menyampaikan ceramah, kadang jauh dari kriteria ilmu yang benar sebagaimana yang dijelaskan oleh para Ulama Salaf rahimahumullah

Semoga Allâh Azza wa Jalla meridhai Sahabat mulia ‘Abdullah bin Mas’ud رضي الله عنه

🔖 Beliau berkata di hadapan murid-muridnya para Tabi’in

“Sesungguhnya kalian (saat ini) berada di jaman yang banyak terdapat orang-orang yang (benar-benar) berilmu, tapi sedikit yang pandai berkhutbah atau berceramah, dan akan datang setelah kalian nanti suatu zaman yang (pada waktu itu) banyak orang pandai berceramah tapi sedikit orang yang (benar-benar) berilmu.”

( Atsar riwayat Imam al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad, no. 789 )

🎙️🎙️📢
Zaman ini adalah zaman penuh fitnah dan tersebarnya kebohongan, cerita fiktif dirobah jadi kenyataan

Kebencian musuh² Islam, datang dari luar , bahkan menyusup ketubuh umat islam, mereka Bak Musang Berbulu Domba tampil dengan retorika dan sosok Blusukan yang Zuhud, tapi hati dan Aqidah nya, lebih berbahaya dari Virus Corona ..

👥 Mereka menggiring opini masyarakat untuk membenci Sunnah, dan menjauhkan umat islam dari Pemahaman yang lurus

Berbelit² dalam menjelaskan aqidah agar terkesan hebat dan jumawa

Betapa banyak perkataan mereka menelan Korban , yang menyusupkan racun pemikiran & kerancuan kepada orang Awwam..

Apalagi sedikitnya perhatian sebagian ummat islam hari ini untuk benar² mempelajari Islam dari sumbernya …

Karna zaman yang sudah canggih, didukung Tecnology_ yang modern, So, dunia ada ditangan dengan Gadget mewah, berselancar, searching didunia maya..

Mereka berlayar mencari sumber Ilmu dari keranjang Youtube, dan mangkok Googling terjun bebas tanpa alat ( ilmu bantu/ dasar agama yang memadai)

🔥🔥🔥

Tiada lagi Filterisasi , mereka ambil sesuka hati , terjun bebas dan akhirnya kebingungan sendiri..

Mereka tidak peduli, sumber tulisan / tokoh , apakah dari pemikiran filsafat yunani, aristo, Faham JIL ( Jaringan Iblis Liberal ), aqidah Sufi Falsafi, Sinkritisme, ajaran hindu budha ber baju agama, Syi’ah, Khawarij berkedok sunni , dll

🔍 Maka Selektif, dan sikap Kritis dalam ilmu agama adalah Keselematan

🌴🌴🌴

Kepada Allah kita mengadu akan kesedihan ini..

Semoga Allah azza wajalla menyadarkan & menjaga kaum muslimin dari Fitnah Syubuhat dan tokoh² yang rusak Aqidah dan manhajnya ..

والله ولي التوفيق والسداد

Kota Al Khor, Qatar
Jum’at , Sya’ban 1441 H

Basurau di Rantau

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here