Makna dari Waktu yang Allah Berkahi

132

Buya Muhammad Elvi Syam, Lc. MAKeberkahan Waktu

Sesungguhnya setiap diri itu merugi, kecuali orang-orang yang beriman, berilmu, dan orang-orang yang mengamalkan ilmunya. Kemudian mereka yang menyampaikan kebaikan dan bersabar atasnya. Ini tersirat dalam Alquran, surat al ‘asr.

Semua hal tersebut diatas berkaitan dengan waktu.
Banyak hal yang membuat diri jadi lalai. Ini harus di evaluasi.
Apakah waktu-waktu yang dilalui bernilai ibadah atau tidak?
Apakah kehidupan ini dihitung dari tahun-tahun yang dilalui, atau dari jatah nafas yang kita pakai setiap hari?

Hasan Al Basri mengatakan,

ابن آدم إنما أنت أيام كلما ذهب يوم ذهب بعضك

“Wahai manusia, sesungguhnya kalian hanyalah kumpulan hari. Tatkala satu hari itu hilang, maka akan hilang pula sebagian dirimu.”

Manusia sering tertipu dengan dua hal, yaitu kesehatan dan waktu luang.
Ibnu Umar berkata: “Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu datangnya pagi dan jika engkau berada pada waktu pagi hari jangan menunggu datangnya sore. Pergunakanlah masa sehatmu sebelum sakit dan masa hidupmu sebelum mati.”

Hari-hari itu dibagi menjadi 3:
– kemarin, adalah hari-hari yang sudah berlalu, tidak mungkin untuk mengembalikan nya.
– besok adalah hari-hari yang akan datang, belum tentu kita meraih nya.
– sekarang, itulah hari-hari kita, hari-hari yang sedang dilalui. Maka bersungguh-sungguh lah.

Masa muda tidak akan sama dengan masa tua.
Semangat dan kekuatan sudah berkurang dimasa tua, sedangkan masa muda begitu enerjik. Namun yang bersemangat untuk ibadah malah sebaliknya. Banyak orang yang kita lihat, jika sudah berada di masa tua, menyibukkan diri dengan ibadah. Namun tidak dengan pemuda, yang sibuk dengan dunia. Padahal dimasa muda itulah seharusnya menyibukkan diri dengan amal-amal kebaikan. Karena itulah puncaknya diri, penuh kekuatan dan banyak waktu luang.
Beruntunglah orang-orang yang melalui hidupnya dengan hal-hal yang baik.

Para salafussaleh sangat menghargai waktu. Tidak sedikitpun waktu jadi sia-sia bagi mereka. Mereka tidak tidur, kecuali rasa kantuk yang mengalahkannya.
Bagaimana ulama memanajemen waktunya??!
Mereka sedikit tertawa, banyak membaca, menyampaikan kebaikan, suka menulis, dan tingkat ibadahnya sangat tinggi.

Sesungguhnya setiap manusia itu punya waktu yang sama, 24 jam dalam satu hari, tidak ada yang dilebihkan.
Oleh sebab itu, penting bagi kita memanajemen waktu dalam kehidupan. Memanajemen kegiatan hari-hari agar termanfaatkan semaksimal mungkin. Mulai bangun tidur, sampai tidur lagi.
Artinya, jika seseorang sudah mengatur waktunya dengan baik, maka disitulah Allah akan beri keberkahan.

Semoga bisa termotivasi,
Wallahu a’lam…

Tabligh Akbar, Ahad, 18 Agustus 2019 / 17 Dzulhijjah 1440 H, Masjid Al-Muttaqien, Jl. Mahoni Raya, Cibodas Baru, Kota Tangerang

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here