Mengerjakan Shalat Tahiyatul Masjid Dulu atau Mendengarkan Adzan?

409

Jika seorang muslim masuk masjid dan mendapati muadzin sedang mengumandangkan adzan, maka dia boleh memilih salah satu di antara dua, yaitu : (1) Dia boleh melaksanakan shalat tahiyatul masjid ketika adzan dikumandangkan atau (2) Dia boleh menjawab adzan terlebih dahulu kemudian dia baru shalat. Namun yang afdhalnya ialah dia menjawab azan dan menunggunya sampai selesai, lalu kemudian mengerjakan shalat tahiyatul masjid, karena dia bisa mendapatkan dua pahala ibadah sekaligus.

Syaikh Abdul Aziz Bin Abdullah Bin Baz menjelaskan :

 إذا دخل الرجل المسجد، والمؤذن يؤذن فهو مخير إن شاء صلى تحية المسجد في حال الأذان، وإن شاء أجاب المؤذن، والأفضل أن يجيب المؤذن ثم يصلي، جمعاً بين العبادتين وتحصيلاً للأجرين.

“Apabila seseorang masuk masjid dan muadzin sedang mengumandangkan adzan, maka dia punya pilihan. Dia boleh melaksanakan shalat tahiyyatul masjid ketika adzan dikumandangkan atau dia boleh menjawab adzan terlebih dahulu. Namun yang afdhalnya adalah dia menjawab adzan kemudian baru dia shalat. Hal ini dilakukan agar dia bisa mengerjakan dua ibadah dan ini berarti dia bisa mendapatkan dua pahala sekaligus.”

Sedangkan jika hal itu terjadi pada hari Jum’at, maka yang dia lakukan adalah shalat tahiyatul masjid tanpa menunggu muadzin selesai mengumandangankan azan, karena mendengarkan khutbah jum’at lebih utama dibandingkan menunggu adzan selesai.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan :

ذكر أهل العلم أن الرجل إذا دخل المسجد وهو يسمع الأذان الثاني فإنه يصلي تحية المسجد ولا يشتغل بمتابعة المؤذن وإجابته، وذلك ليتفرغ لاستماع الخطبة؛ لأن استماعها واجب، وإجابة المؤذن سنة، والسنة لا تزاحم الواجب

“Para ulama mengatakan bahwa jika ada orang yang masuk masjid dan dia mendengarkan adzan jumat, maka dia segera shalat tahiyatul masjid dan tidak menunggu sampai selesainya adzan. Ini dilakukan agar dia bisa konsentrasi mendengarkan khutbah, karena mendengarkan khutbah hukumnya wajib, sementara menjawab adzan hukumnya sunah. Dan amalan sunnah tidak bisa menggeser amalan wajib.”

Wallahu a’lam.

Sumber : https://binbaz.org.sa, islamway.net
Dirangkum oleh : Abdullah Deli Al-Bayangi

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here