Pandemi Pemikiran Berbuah Derita

161

Pandemi Pemikiran Berbuah Derita
______โœ๏ธ

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Indonesia negara Islam, bukan negara thagut pemuja dewa..

๐Ÿ•Œ Ada negeri seribu masjid, ada pula kota serambi yang kaya akan santri

๐Ÿ•‹ Cahaya sunnah dan dakwah tauhid masih setia menabur kenyamanan di tanah air tercinta

๐Ÿ’ฆ Sholat berjamaah masih ditegakkan , lantunan azan senantiasa indah terdengar dari menara mesjid sebagai Syi’arnya Islam ..

โ›” Tempo dahulu , Pasukan perang ditahan untuk menaklukan negri jika azan masih menggema

๐Ÿšฅ Keamanan masih terjaga walau ditengah kondisi sulit, tidak ada suara meriam, kekacauan & peperangan

โ›บ Kita masih bisa tidur nyenyak, tanpa khawatir dengan rudal yang meluluhlantakkan kehidupan..

๐Ÿ’ฆ Ketahuilah Kawan !!!Nikmat aman itu anugerah dari sisi ALLAH yang harus kita pertahankan…

๐Ÿ—’๏ธ Presiden kita hafizahullahu masih seorang muslim, tidak lebih buruk dari tirani kafir seperti fir’aun , namun nabi Musa ‘alaihissalaam masih diperintah menasihati dengan bijak penuh kelembutan

โฐ Pemimpin kita manusia biasa yang berpotensi salah, lupa, terpaksa atau boleh jadi karna dorongan nafsu dan tuntutan belaka…

๐Ÿ’ก Sudah saatnya kita beri Uzur, dan terus menasehati dengan cara baik, bukan memprovokasi masa, ( semuga Allah memperbaiki negara indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ dan penguasa kaum muslimin)…

๐ŸŽ—๏ธ Jika maksiat jangan dita’ati, karna keta’atan pada pemerintah dalam yang ma’ruf saja..

โ™จ๏ธ Bebas mengkritik bukan berarti harus mencaci dengan kata pedas melebihi Si Cabe Rawit

โš ๏ธ Semua kita benci kezhaliman, rindu akan keadilan… namun jangan lupa, kezhaliman pemimpin buah dari dosa dan kemaksiatan rakyat…

โŒ Sadarkah bangsa kita akan penyakit Kesyirikan, Pesugihan, Tumbal Larung Laut, DUKUN santet , maksiat DILAKUKAN TERANG TERANGAN siang dan malam, berbangga dengan dosa, terus kita menuntut pemimpin yang adil ???

๐Ÿ“ฉ Fakhruddin Ar Razi mengatakan, โ€œJika rakyat ingin terbebas dari penguasa yang zalim maka hendaklah mereka meninggalkan kezaliman yang mereka lakukan.โ€ (Tafsir At Tahrir wat Tanwir karya Ibnu Asyur, 8: 74 )

๐Ÿช” Dahulu Para Salaf yang bijak mereka menasehati pemimpin dengan Empat Mata Jika diterima mereka bersyukur , jila diabaikan mereka telah menunaikan kewajiban..

๐Ÿ“ก Mereka mendoakan pemimpin dalam keheningan malam, dalam sujud dan munajat dihadapan Allah ๏ทป

๐Ÿ“š Bahkan seorang Salaf rahimahullah berkata:
Andai aku punya satu doa yang pasti dikabulkan oleh Allah ‘azza wajalla, aku akan berikan untuk Penguasa kaum muslimin..

๐Ÿ“น Namun riak kesedihan selalu menyelimuti hati, ketika suara sumbang terdengar dari mimbar terbuka dan sosial media ..

๐Ÿ”ฅ Hadirnya tokoh dan sosok bersorban, berdakwah dengan mencaci, menghujat dengan kata laknat yang ditujukan pada penguasa negeri ..

๐ŸŽฏ Wahai para Kiyai, Habaib, tokoh, ustaz , siapapun anda.. !!!
๐Ÿ”ฅ Apa yang anda inginkan dari cacian ini ?
๐Ÿ”ฅApakah Hujatan dan kebengisan sebagai modal dakwah anda ?
๐Ÿ”ฅatau ingin mengulang sejarah Kelam penuh derita dan pertumpahan darah ?
๐Ÿ”ฅAtaukah ingin terkenal , mencari nama dan follower ditengah manusia ?

๐ŸŽค Alangkah hina dan buruknya obsesi anda..

๐Ÿ”ฅ Tidakkah kita sadar bahwa Mencaci Pemerintah adalah perbuatan maksiat dan durhaka kepada Allah dan rasulNya ?

๐Ÿ” Mencaci dan melaknat bukanlah ciri seorang Muslim, apalagi figur seorang da’i, karna itu telah dilarang oleh Rasul kita tercinta ๏ทบ

๐Ÿ”ฅ Sungguh perbuatan mencari aib , menghujat penguasa lebih bahaya dari wabah Virus yang ada..

Itulah Pandemi Pemikiran…

๐Ÿ’ฅ Virus CACIAN yang anda tabur merupakan bibit kerusuhan, merusak nama baik, dan bakal kemungkaran yang lebih besar …

๐ŸŽ™๏ธ Lahir nya para PENYERU KESASATAN bergelar Habaib dan Da’i ke kondangan, tapi lisan mereka tajam, mengusung faham kekerasan, bersembunyi dibalik jubah JIHAD & nahi mungkar

๐Ÿ“ข Mereka ber-Orasi di mimbar terbuka, layaknya seorang Pahlawan kesiangan, membakar
semangat untuk kudeta..

๐ŸงฏMazhab mereka Fiqih Realita, ูู‚ู‡ ุงู„ูˆุงู‚ุน ุŒ selalu mencari kesalahan penguasa dengan dalih Revolusi, Kudeta tokoh rezim dll…

๐Ÿ“ธ Ketika darah tertumpah, negara hancur, mereka katakan :” Kesuksesan Kudeta, Kemenangan nyata, Pemekaran Negara ”

๐Ÿ•ฏ๏ธ Berfatwa dengan syahwat dan kejahilan, menghina ulama Salaf dengan sebutan Ulama Haid & Nifas

๐Ÿ”ญ Duhai kawan, Pemimpin seperti apa yang anda inginkan ?

๐ŸŽ“ Seperti Abu bakar dengan kejujuran nya ?
๐Ÿ’ช๐Ÿพ Seperti Umar dengan ketegasan nya ?
๐Ÿ’กAtau Seperti umar bin abdul aziz dengan keadilannya ?

๐Ÿ”Ž Selayaknya kita perlu berkaca pada Cermin yang bersih , Siapa kita ???

๐ŸŽ—๏ธWajah pemimpin itu, adalah cerminan dari rakyat yang ada..

๐Ÿ’ฆ Kesholehan rakyat akan berbuah pemimpin yang adil bijaksana, maka perbaikilah cara berfikir anda, masyarakatkan tauhid dan sunnah, Hapuskan kesyirikan yang menjadi budaya, pelajari bagaimana Ulama Salaf dalam ber Aqidah dan bersikap pada Penguasa ..

๐Ÿ“ข Memberontak bukan ajaran ISLAM, itu hanya Pandemi Faham Radikal dan nafsu kesesatan, Demo adalah boneka yahudi yang diadopsi dalam sistim demokrasi

๐ŸŽž๏ธ Bercermin lah dari sejarah, sungguh telah berlalu penguasa yang lebih bejat perangainya

๐Ÿ“บ Ambillah pelajaran dari negeri Korban Fatwa seperti Suriah, Palestina dan negri arab lainnya…

๐Ÿ”ฅ Semua itu buah dari Pemberontakan, atas fatwa da’i yang sesat, bak srigala berbulu domba, jangan tertipu dengan gelar dan retorika mereka…

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
______โœ๏ธ
Ranah Minang Mangaji

Oleh : Akhukum Fillah Abdullah Nefri

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here