Sikap Tegas Dalam Dunia Dakwah

621
https://www.suaramuhammadiyah.id/wp-content/uploads/sites/2/2019/06/Gurun-Pasir-Sinai.jpg

Sikap Tegas Dalam Dunia Dakwah
_________โœ’๏ธ

๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ
ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡..

๐Ÿ“ข Sering kita dengar ungkapan ” Keras, Merasa paling benar, tidak Hikmah dalam dakwah ” terucap dari sebagian saudara kita kaum Muslimin, disaat meluruskan kekeliruan, mengingkari Bid’ah , bahaya Syirik, dan kerusakan ushul Aqidah yang menyimpang

๐Ÿ’ก Ketahuilah wahai saudaraku , semoga Allah melapangkan hati kita dalam memahami kebenaran !!!

๐Ÿ“š Islam memiliki cara dan metode dalam berdakwah sesuai dengan situasi yang dihadapi. Tentunya hal itu tidak lepas dari bimbingan syariโ€™at. Tidak anarkis dan membabi buta.

๐ŸŽ Terkadang dakwah harus disampaikan dengan sikap lemah lembut dan terkadang dengan sikap tegas, keras, dan jelas . Namun sikap yang kedua ini sering dianggap sebagai sikap yang salah, arogan.

๐Ÿ”ฅ Sering muncul protes dari berbagai pihak ketika salah seorang daโ€™i bersikap keras, tegas dalam dakwahnya, tidak mencerminkan akhlak mulia karena mengandung kezhaliman terhadap pihak lain, meng Klaim merasa benar sendiri, yang lain salah

๐Ÿ”ซ Suka mengkafirkan, menyesatkan , Radikal, ekstrim, Wahhabi, teroris dll, target plakat itu dilariskan untuk membuat bimbang umat, dan menjauhkan manusia dari jalan yang Lurus

๐Ÿ”Ž Subhaanallah anggapan ini timbul dari prinsip dakwah yang bathil berupa semboyan yang mengajak kepada Persatuan kaum Muslimin walaupun di atas kebathilan. Setiap hal yang berakibat memecah-belah kaum Muslimin harus dijauhkan dari dakwah.

๐Ÿ“ธ Doktrin ini muncul dari penggiat dakwah dengan sikap basa-basi, tidak terus terang dan Lembut yang bukan pada tempatnya.

๐Ÿ’ฅ Justru keberadaan dakwah ala Bunglon, sesuai Selera Mad’u yang penting ” Angguak Geleang, Lawakan , melodian, konsep pesanan, agama untuk kepentingan politik ” beserta segala sikap yang menyimpang itu menambah kekaburan bagi kaum Muslimin dalam menilai kebenaran . Sehingga banyak UMAT ISLAM tak bisa membedakan antara Ushul pokok agama yang tidak boleh berbeda, dan mana yang cabang ( furu’ , khilaf yang boleh berbeda) , bahkan tak sedikit pula yang menyangka bahwa yang haq itu adalah bathil dan yang bathil itu adalah haq.

๐Ÿ“š Siapa saja yang menelaah al Quran, perjalanan Rasulullah ๏ทบ, sikap para sahabat / Salaf dalam berdakwah maka akan ditemukan sesuatu yang sangat menakjubkan, bagaimana Tarbiyah Ilahiyah tertancap kokoh dalam dakwah mereka, mengatakan kebenaran walau harus dibenci dan dikucilkan dari sosial…

๐Ÿ’ซ Prinsip para Salaf :
ู‚ู„ู ุงู„ุญู‚ู‘ูŽุŒ ูˆู„ูŽูˆ ูƒุงู†ูŽ ู…ูุฑู‘ู‹ุง
” Sampaikan kebenaran walau itu pahit ”

( sohih ibnu Hibban no : 449 dari sahabat abu Zar alghifari )

๐Ÿ’ง Sikap Lembut sebuah kemestian, tapi bukan Kebablasan ( Letoy, melempam ) bahkan disaat kemungkaran tidak bisa lagi diperbaiki, sikap “Keras ” layak digunakan, walau kepada kaum muslimin, untuk menjaga kemurnian Syari’at Allah ๏ทป

๐Ÿ”ญ Tidakkah kita melihat bahwa Allah ๏ทป membenarkan peperangan karnanya, bahkan tidak ada lagi kekerasan yang lebih dahsyat dari peperangan, Allah ๏ทป berfirman:

” Dan jika ada dua golongan dari orangยฒ mukmin berperang, maka damaikanlah antara keduanya, jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah ๏ทป .” ( al Hujurat : 9 )

๐Ÿ”– Faidah: dalam ayat ini, Allah ๏ทป menyebut mereka Mukmin, walau harus diperangi, dengannya Imam Bukhori dan selainnya berhujjah, bahwa dosa besar ( selain syirik ) tidak mengeluarkan seseorang dari Islam, tidak seperti kaum Khawarij dan yang separtai dengannya mengkafirkan pelaku dosa besar. ( Tafsir ibnu katsir)

โš ๏ธ Terkadang seorang Mukmin bersikap keras kepada saudaranya melebihi sikap nya kepada musuh..

๐Ÿ”Ž Perhatikan bagaimana nabi Musa ‘alaihissalaam, diperintahkan oleh Allah ๏ทป berdakwah kepada fir’aun dengan lemah lembut, sementara bersikap Keras kepada saudaranya nabi Harun karna sikapnya yang lembek dalam mencegah Kesyirikan kaumnya ( lihat tafsir al Baghawi )

Allah ๏ทป mengisahkan dalam al Quran :

ูˆูŽุฃูŽุฎูŽุฐูŽ ุจูุฑูŽุฃู’ุณู ุฃูŽุฎููŠู‡ู ูŠูŽุฌูุฑู‘ูู‡ู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู
“Dan( Musa )dia memegang kepala saudaranya ( Harun ) sambil ditarik ke arahnya.” ( al a’raf : 150 )

Dalam surat Toha : 94
ู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุง ุงุจู’ู†ูŽ ุฃูู…ู‘ูŽ ู„ูŽุง ุชูŽุฃู’ุฎูุฐู’ ุจูู„ูุญู’ูŠูŽุชููŠ ูˆูŽู„ูŽุง ุจูุฑูŽุฃู’ุณููŠ
“Harun berkata : Janganlah kamu pegang janggutku dan jangan pula kepalaku.”

๐Ÿ“ข Wahai kaum muslimin, Perhatikan sikap yang dilakukan oleh para Nabi ‘alaihimusslaam bagaimana mereka membedakan sikap keras dengan Hikmah sesuai tuntutan dakwah

( Usus Manhaj Salaf fii dakwah ilallah, syaikh Fawwaz bin hulayyil as suhaimi, edisi terjemah, cet Darul Haq, hal 146 )

ูˆุงู„ู„ู‡ ูˆู„ูŠ ุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุงู„ุณุฏุงุฏ

Qatar, 6 syawal 1441 H
____โœ๏ธ

Ranah Minang Mangaji

Oleh : Abu ‘abdillah Nefri el_minangkabawi

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here